Cara Ternak Kacer Lengkap Dengan Suara Kacer Mp3

loading...
Memiliki hewan peliharaan sendiri memang menyenangkan,karena dapat dipakai untuk hiburan sekaligus menambah nuansa baru di rumah.Ada banyak pilihan hewan yang bisa dipelihara dan salah satu yang kini laris manis di kalangan pecinta hewan adalah burung.Burung ini biasanya di pelihara karena keunikan yang dimiliki,seperti suara kicau,kemampuan menirukan suara ataupun keindahan warna tubuhnya.Maka tidak jarang jika kita mengenal yang namanya burung hias.

Diantara bermacam jenis burung yang ada,burung Kacer nampaknya masih menjadi pilihan favorit para peternak burung (breeder).Burung Kacer yang memiliki nama latin Copsychus saularis ini adalah jenis burung pengicau kecil yang termasuk dalam famili Turdidae,masih kerabat dekat dengan burung Murai,tetapi saat ini di anggap sebagai famili Muscicapidae.Burung Kacer mempunyai ciri khusus pada tubuhnya sehingga mudah di bedakan dari burung lain.

Misalnya saja dari warna tubuhnya yang di dominasi warna hitam dan terdapat warna putih di bagian sayap.Burung ini juga memiliki ekor yang panjang dan akan terangkat ke atas ketika sedang mencari makan di tanah ataupun saat bertengger di pohon.Kacer adalah tipe burung yang punya temperamen tinggi,terutama untuk melindungi wilayahnya,karena jika ada burung lain yang masuk ke daerah kekuasaannya,seringkali burung lain itu akan langsung di usir pergi.

Burung Kacer terkadang disebut dengan nama Kucica Kampung karena kebiasaannya yang suka menjelajah di berbagai lingkungan dan mampu terbang dengan kecepatan tinggi.Burung ini hidup di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara.Kacer hidup pada dataran rendah dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut.Jumlahnya makin lama semakin berkurang akibat adanya perburuan liar.Di wilayah Jawa Tengah,burung Kacer disebut dengan burung Srintil.


Kacer tergolong burung yang tubuhnya gempal,namun aktif mencari makan di pohon kelapa,pisang dan randu.Burung Kacer terbagi menjadi 3 spesies : Copsychus saularis,Copsychus sechellarum dan Copsychus albospecularis.Perbedaan spesies ini adalah pada warna bulunya.Copsychus sechellarum/Kacer Jawa berbulu hitam di dada hingga bagian kloaka.Sedangkan Copsychus saularis warna hitamnya hanya hingga dada serta ke bawah sampai kloaka warnanya putih.Copsychus albospecularis hampir serupa dengan Copsychus saularis dan disebut dengan Kacer Madagaskar.

Karena memiliki keunikan,banyak orang yang tertarik untuk mengembangbiakkan burung yang satu ini.Kacer terkenal karena kemampuan bertarungnya yang bagus,bahkan terkesan sulit di jinakkan.Butuh kesabaran saat pertama kali memeliharanya,namun seiring waktu Kacer lama kelamaan akan bisa di latih dan di jinakkan.Jika sudah mahir dalam berkicau,Kacer dapat di ikutkan pada lomba.Kesuksesan peternak dalam pemeliharaan akan membuat Kacer itu semakin bernilai tinggi.

Cara membedakan Kacer jantan dan betina :

Burung Kacer jantan :
– Postur tubuhnya lebih besar dan gagah
– Warna tubuhnya hitam dan mengkilap
– Suaranya gacor dengan variasi yang berbeda-beda
– Agresif dan gesit perilakunya

Jantan (kiri) dan Betina (kanan)

Burung Kacer betina : 
– Postur tubuhnya lebih kecil dibandingkan yang jantan
– Warna tubuhnya keabu-abuan dengan sedikit warna hitam
– Gerakannya cenderung pasif

Untuk bisa melakukan ternak Kacer yang sukes,ada beberapa hal yang perlu di perhatikan oleh peternak/breeder,seperti pemilihan bakalan,pembuatan kandang,indukan yang berkualitas,penjodohan,perawatan dan cara memaster Kacer.Hal-hal berikut ini adalah yang paling mendasar dan harus dilakukan agar Kacer dapat tumbuh sehat,aktif dan menghasilkan keturunan yang sama baiknya dengan induknya.

Oleh karenanya,menerapkan cara-cara dibawah ini akan membantu peternak dalam menjaga burung Kacer yang dimilikinya untuk tetap menjadi Kacer unggulan yang tidak kalah dari burung kicau jenis lainnya.

Penentuan Kacer yang cocok dipelihara :

– Pemilihan Bakalan
Bakalan merupakan calon induk yang nantinya akan digunakan untuk menghasilkan anakan yang di inginkan.Untuk memilihnya,tergantung dari tujuan breeder itu sendiri.Jika prioritasnya adalah Suara Kacer,maka menentukan Kacer jantan adalah pilihan tepat.

– Bentuk Paruh
Sebaiknya pilihlah burung yang memiliki paruh berpangkal lebar,tebal,besar dan panjang.Paruh bagian bawah harus lurus dan jangan memilih burung yang paruhnya bengkok.Carilah Kacer yang lubang hidungnya dekat dengan posisi mata karena itu menandakan Kacer yang sehat dan normal

– Bentuk Kepala
Kacer dengan kualitas tinggi mempunyai kepala berbentuk kotak dengan mata yang bulat dan besar.Ini merupakan ciri bahwa Kacer tersebut memiliki mental petarungan yang kuat.Bentuk kepala juga akan berpengaruh pada kelincahan burung Kacer tersebut.


– Postur Badan
Pilihlah Kacer dengan postur yang sedang dengan leher panjang serta badan dan ekornya yang serasi.Jangan memilih bakalan yang leher/badannya pendek.Leher yang padat dan berisi menandakan burung itu punya tenaga besar untuk mengeluarkan suara kicau yang maksimal.

– Bentuk Sayap
Sayap yang baik bagi burung Kacer adalah sayap yang mengapit rapat dengan kaki yang mencengkram kuat.Kaki yang besar dan kering pada Kacer sangat penting karena menandakan burung itu dalam kondisi yang sehat.Sedangkan warna pada kakinya tidak ada pengaruhnya pada mental burung.Sifatnya hanya sebagai variasi saja.

Pembuatan Kandang
Hal berikutnya yang penting diperhatikan peternak Kacer adalah Kandang.Kandang yang nyaman akan menjaga Kacer hidup dengan sehat,terhindar dari stress dan nantinya akan dipakai untuk menghasilkan anakan yang baik.Ada 2 tipe kandang yang bisa dibuat : Sangkar Gantung dan Sangkar Tangkar.

Pembuatan kandang ini cukup fleksible,tergantung dari kebutuhan peternak.Kelebihan sangkar gantung adalah karena hemat tempat,praktis dan mudah dibuat.Sangkar gantung ini bisa menghasilkan anakan jempolan.Sangkar gantung dibuat dengan ukuran 90 x 90 x 150 cm.Sediakan batu bata dan ditempatkan di sebelah kiri sangkar.Di bagian kanannya tanpa diberi plester.


Sementara sangkar tangkar dapat dibuat dengan menambahkan kawat ram dan membuat 3 pintu untuk mengganti makanan dan membersihkan kandang.Bahan sarang dapat dibeli di toko burung.Jangan lupa siapkan juga keramba atau tempat untuk mandi bagi Kacer.Berikan kerikil dan pasir di sekitarnya karena Kacer suka bermain-main dengan kerikil/pasir.

Pemilihan Induk
Pemilihan Induk mesti dilakukan secara selektif,tidak boleh memililhnya secara sembarangan.Ini akan menentukan hasil dari anakannya nanti.Untuk menentukannya,pastikan pilih induk dari jantan/betina yang sudah jinak dan mudah di atur.

Carilah indukan dengan kondisi tubuh sehat,fisik yang bagus dan tidak bermasalah dengan mental/psikologis.Cirinya adalah jika burung tersebut sering berkicau.Untuk yang betina,umur bakal induk yang dipilih minimal berusia 1 th,sedangkan untuk yang jantan minimal berumur 2 tahun.

Penjodohan Kacer
Penjodohan adalah proses yang dilalui untuk menghasilkan anakan.Prosesnya berlangsung selama kurang lebih 1-2 minggu.Untuk menjodohkannya dibutuhkan 2 sangkar dengan sekat.Tujuannya agar burung itu tidak berkelahi jika tidak saling cocok.Masukkan betina dalam sangkar terlebih dahulu agar bisa berdaptasi.


Setelah itu baru masukkan yang jantan.Untuk menambah tenaga dari burung,bisa juga memberikan extra food agar gairah jantan/betina meningkat dan menghasilkan telur berkualitas tinggi.Jangan sering-sering di ganggu dalam masa penjodohan agar burung dapat berkonsentrasi penuh.

Pemberian Makan dan Perawatan
Pemberian makan ini adalah hal yang tidak boleh sampai terlupakan dan selalu harus diperhatikan.Berilah makan secara teratur dengan makanan yang di sukai Kacer seperti jangkrik atau kroto.Pemberian makan ini bisa dilakukan dengan jumlah 5-10 ekor jangkrik per hari.Sedangkan untuk perawatannya,perlu dibersihkan kandangnya 2 kali seminggu,sama seperti pemberian makan.


Penggantian air bertujuan agar burung mendapatkan air yang bersih.Terkadang burung ini bisa dalam kondisi mabung (moulting).Mabung adalah keadaan dimana bulu Kacer akan rontok dan meranggas.Di saat tersebut burung kehilangan 25% protein sehingga perlu tambahan protein dari makanan yang mengandung asam amino tinggi untuk mencukupi gizinya.

Anakan Kacer
Setelah menjalani proses penjodohan,biasanya burung yang sudah cocok akan kawin dan menghasilkan telur.Kacer dapat bertelur 2-3 butir dalam sekali masa kawin.Telur itu akan di erami selama 14 hari sebelum akhirnya nanti akan menetas.Jika telur gagal menetas,biasanya diakibatkan oleh betina yang mengalami stress.


Betina bahkan bisa tidak peduli,enggan mengerami telur dan membuangnya jika tidak menyukainya.Oleh karena itu dibutuhkan metode inkubator dalam masalah yang seperti ini.Setelah menetas,biarkan anakan yang baru lahir bersama induknya selama 10 hari.Baru setelah itu bisa di ambil untuk di loloh dengan voer encer yang di campur air hangat.

Memaster Kacer bisa dilakukan sejak burung masih kecil karena ketika dewasa nanti Kacer sudah handal dan mampu menirukan suara burung master lainnya dan jika kicaunya keras dan bagus,tentunya nilai jualnya tinggi dan pastinya menguntungkan bagi peternak Kacer.Nah,bagi Anda yang tertarik memiliki suara kicau burung Kacer,dapat mendowload Mp3 Suara Kacer pada situs www.budidayakenari.com.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*