Maulid Nabi dan Natal Berdekatan,Pertanda Apa Ini?

loading...
Haloo sobat media2give^^ Pada kesempatan ini Saya akan berbagi informasi mengenai Maulid Nabi dan Natal Berdekatan,Pertanda Apa Ini? Yap,seperti yang kita ketahui bahwa 3 hari yang lalu umat kristiani di seluruh dunia bersuka cita menyambut datangnya Natal.Sehari sebelumnya,umat islam terlebih dahulu juga merayakan hari yang penting karena bertepatan dengan Maulid Nabi Muhammad SAW.

2 peristiwa besar ini adalah sesuatu yang telah di tunggu-tunggu karena memiliki makna yang dalam bagi mereka yang merayakannya.Terlebih lagi,ini adalah akhir tahun yang sebentar lagi akan masuk ke tahun 2016,awal perubahan yang baru.Momen Natal dan Maulid Nabi tahun ini cukup unik dan aneh.Kenapa? karena antara keduanya hanya berselang 1 hari.


Kejadian seperti ini memang langka dan belum tentu terjadi lagi di tahun depan.Orang-orang menganggap dua hari besar yang berdekatan ini baiknya dijadikan sebagai saat untuk saling menghormati di tengah-tengah perbedaan.Kita hidup dalam negara yang mempunyai beragam penganut agama.Jadi sudah semestinya antara umat yang beda keyakinan harus ada rasa hormat.Terutama untuk kaum muslim dan nasrani.

Dengan perayaan Natal serta Maulid Nabi yang berdekatan,dapat menjadi momentum untuk meningkatkan kerukunan sesama manusia.Pada dasarnya,Maulid Nabi di rayakan untuk memperingati hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.Begitu juga dengan Natal yang tujuannya untuk memperingati hari lahirnya Nabi Isa AS.Istilah Natal dan Harlah memiliki kesamaan arti,yang di tujukan untuk arti khusus,misalnya saja perawatan pre-Natal,berarti perawatan sebelum kelahiran.
Sejarah Maulid Nabi
Di jaman Nabi terdahulu,belum dikenal dengan namanya Maulid.Maulid Nabi pertama kali muncul sejak jaman pemerintahan Sultan Shalahuddin al-Ayyubi pada Dinasti Mamalik.Sultan Shalahuddin yang berkebangsaan Kurdi ini memerintahkan rakyat dan prajuritnya untuk mengadakan Maulid Nabi.


Tujuannya adalah untuk membakar semangat kaum muslimin.Saat itu umat islam sedang bersiap menghadapi perang Salib.Dan Maulid Nabi di rayakan agar umat islam ingat kembali dengan perjuangan Nabi Muhammad SAW,sehingga di harapkan semangat mereka berkobar ketika perang dan bisa meraih kemenangan.

Sejarah Munculnya Natal
Natal di tetapkan secara resmi oleh pembuat kalender Masehi di rayakan pada tanggal 25 Desember.Namun sebenarnya,tanggal itu masih diragukan sebagai tanggal lahirnya Nabi Isa AS.Antara Biebel dan pencetus kalender Masehi terdapat perbedaan tanggal dan tahun untuk penetapan Natal ini.

Dalam kitab Matius disebutkan bahwa Nabi Isa AS lahir di masa pemerintahan raja Herodas dari Roma.Sedangkan menurut ahli sejarah,raja Herodas wafat di tahun 4 sebelum Masehi.Jika di hitung secara matematis,berari raja Herodas meninggal 4 tahun sebelum Nabi Isa lahir.Jadi bukan pada masa berkuasanya raja Herodas.


Jika saja Biebel Matius itu benar,berarti sekarang ini sudah tahun 2019,bukannya 2015 karena terpaut 4 tahun dari berakhirnya pemerintahan raja Herodas.Sedangkan menurut islam,Nabi Isa lahir pada saat musim panas,tanpa di ketahui tanggal pastinya karena tidak disebutkan dalam Al-Qur’an.

Natal Dalam Pandangan Islam dan Kristen
Umat Islam dan Kristen punya persepsi yang berbeda dalam memahami hari Natal ini.Di agama Nasrani,ada istilah dosa asal/dosa bawaan.Bagi mereka,Nabi Isa itu adalah Yesus yang terlahir ke dunia untuk menebus dosa manusia.Maka tidak heran kalau di agama Kristen kita sering melihat adanya ritual penebusan dosa.


Ritual ini untuk menghapus dosa yang di bawa bayi ketika lahir ke dunia.Islam memandang Natal sebagai hari kelahiran Nabi Isa AS.Nabi Isa bukanlah Tuhan dan merupakan utusan Allah SWT.Islam sendiri mengakui Natal sebagai hari lahirnya Nabi Isa AS,seperti yang tertulis dalam salah satu ayat di dalamnya.

وَ السَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَ يَوْمَ أَمُوتُ وَ يَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا

Artinya : “Maka keselamatanlah atas diriku di hari aku dilahirkan dan di hari aku mati dan di hari aku akan dibangkitkan hidup kembali.” (QS. Maryam : 33)
ذلِكَ عيسَى ابْنُ مَرْيَمَ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذي فيهِ يَمْتَرُونَ َ

Artinya : “Itulah Isa putra Maryam,yang mengatakan perkataan yang benar,yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya.” (QS. Maryam : 34)

Kata yauma wulidtu (di hari aku dilahirkan) di ayat 33 menunjuk kepada hari lahirnya Nabi Isa.Aku disitu yang dimaksud adalah Nabi Isa AS.Ini menandakan sebenarnya Islam juga mengakui Natal sebagai hari lahirnya Nabi Isa AS.

Hukum merayakan Maulid Nabi
Meskipun tujuan utama Maulid Nabi adalah untuk memperingati hari lahirnya Nabi Muhammad SAW,namun sebagian ulama berbeda pendapat tentang boleh/tidaknya Maulid Nabi ini di peringati.Dalam tinjauan Syar’i,Maulid Nabi ini adalah sesuatu hal yang baru dalam islam dan tidak pernah di contohkan Nabi Muhammad SAW.


Sehingga jika dikerjakan akan menjurus ke arah bid’ah/melakukan ibadah yang tidak di kerjakan Nabi Muhammad SAW.Anggapan tersebut tidak memperbolehkan di rayakannya Maulid Nabi.Pendapat lainnya,ada yang memperbolehkan Maulid Nabi karena tujuannya adalah untuk meningkatkan keimanan umat islam dengan mengingat lagi hari lahirnya Nabi Muhammad SAW.

Toleransi Umat Nasrani Terhadap Islam di Eropa 
Di negara Eropa,pemikiran masyarakatnya lebih maju dibandingkan negara-negara lainnya.Meskipun ada yang keras menolak islam,tapi tetap ada yang menghargai islam.Contohnya saja yang ada di Mesir dan Jordania.Kedua negara ini terkenal dengan tingkat toleransi yang tinggi antar agama yang berbeda.


Di Mesir dan Jordania,gereja bisa dibangun bersebelahan dengan masjid.Aktivitas ibadah di tempat itu berlangsung normal,tanpa saling menggangu.Bahkan di Jordania,ketika bulan puasa,umat nasrani menunjukkan rasa solidaritasnya terhadap islam.Pada pukul 18.00 gereja disana membunyikan loncengnya sebagai tanda bahwa saat buka puasa telah tiba.

Boleh/Tidak Orang Islam Mengucap Selamat Natal?
Boleh,asalkan umat non muslim yang diberikan ucapan itu adalah orang-orang yang cinta damai,menghargai islam dan tidak memusuhi agama islam.Mengingat Natal juga merupakan hari kelahiran Nabi Isa AS,maka umat islam di perbolehkan mengucapkan selamat natal sebagai tanda penghormatan.Soal mau/tidaknya di lakukan,terserah dari orang islam itu sendiri karena mengucap selamat natal adalah hak dan kebebasan mereka.

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا

Artinya : “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu.” (QS. An Nisaa : 86)

Di Indonesia,mengucap Selamat Hari Natal ini sering di perdebatkan.Padahal di Mesir,ucapan Selamat Natal ini sudah biasa di ucapkan pimpinan umat islam.Menurut ulama besar Mustafa Al Zarka’a,mengucapkan Selamat Natal hanyalah bagian dari basa-basi untuk menunjukkan hubungan baik dengan kaum nasrani.


Coba saja perhatikan ketika Hari Idul Fitri,kita akan melihat banyak orang-orang nasrani mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri.Nah,kalau seperti itu,apakah islam akan melarang orang kristen mengucapkannya? tidak mungkin juga kan,karena islam adalah agama penuh toleransi.Merujuk pada QS Maryam ayat 33 tadi,Nabi Isa AS saja mengucapkan hari lahirnya sendiri yang sama artinya dengan Hari Natal.

Jadi kita boleh juga mengucapkannya sebatas keyakinan dalam hati bahwa kita percaya Nabi Isa AS bukan Tuhan,maka tidak ada salahnya.Bagi umat kristiani yang paham tentang islam pun mereka juga pasti tau meski orang islam mengucapkan Selamat Hari Natal,mereka tetap tidak mempercayai Nabi Isa sebagai Tuhan.Lalu kenapa masih ada larangan mengucapkan Selamat Natal dari Majelis Ulama

Larangan ini sebenarnya ditujukan bagi orang awam yang tidak mengerti dan dikhawatirkan aqidahnya rusak dengan mengucapkan Selamat Natal itu.Majelis Ulama hanya ingin agar orang islam tidak mempercayai sebagaimana kepercayaan umat kristen.Jadi daripada ikut-ikutan tapi tidak tau ilmunya,lebih baik tidak diperbolehkan.

Bolehkah Orang Islam Memakai Topi Natal?
Yang ini juga sering menjadi masalah di antara banyak kalangan,antara boleh/tidaknya di lakukan.Topi Natal berwarna merah itu adalah ciri khas dari Santa Claus yang hanya muncul saat Natal tiba.Santa selalu memakai topi tersebut dan kemudian menjadi identik dengan Natal.


Orang kristen memakainya sebagai tanda kebahagiaan menyambut Natal.Lalu bagaimana kalau yang memakainya orang islam? Dalam ajaran islam,jika kita meniru suatu kaum,maka kita termasuk ke dalam kaum tersebut.Artinya,jika kita memakai Topi Natal,sama saja kita identik dengan kaum nasrani sehingga dilarang hukumnya dalam islam.Tapi dalam kondisi yang tidak memungkinkan untuk tidak memakainya,islam membolehkannya.

Misalnya dalam kondisi yang terdesak seperti karyawan supermarket yang pemiliknya adalah orang nasrani.Otomatis saat Natal,karywannya di haruskan memakai Topi Natal,tak terkecuali yang beragama islam.Dalam situasi yang seperti ini boleh saja memakai Topi Natal.Islam itu agama yang mudah,tapi jangan di permudah dan di buat sulit.

Nah,mengenai Natal dan Maulid Nabi yang bedekatan ini nampaknya masih menjadi misteri.Kira-kira akan terjadi apa nanti? Sebab,selama itu belum pernah terjadi Hari Natal dan Maulid Nabi yang berjarak 1 hari saja selisihnya.Mungkin saja ini sebagai pertanda untuk meningkatkan rasa saling menghormati sesama agama.


Namun di balik itu semua,masih ada rasa penasaran tentang peristiwa langka ini.Biasanya kalau yang seperti ini boleh dibilang sebagai pertanda,akan ada sesuatu yang besar di kemudian hari.Ataukah ini tanda-tanda bahwa kiamat sudah dekat? Jika benar,berarti kita harus bersiap diri untuk menambah ibadah dan amalan kebaikan di dunia.

loading...

4 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*