Analisa Ini Buktikan Pelaku Teror Sarinah Masih Amatir

loading...
Haloo sobat media2give^^ Kali ini saya akan berbagi informasi menarik tentang Analisa Ini Buktikan Pelaku Teror Sarinah Masih Amatir.Beberapa hari setelah kejadian teror bom di Jl.MH Thamrin,Jakarta nampaknya masih menjadi berita hangat yang terus di perbincangkan hingga sekarang.Pasalnya,aksi teror ini adalah aksi yang brutal dan mengakibatkan jatuhnya korban dari warga sipil,bahkan salah seorang dari mereka merupakan warga negara asing asal Kanada yang saat kejadian berada di dekat pelaku dan menjadi sandera.

Sedikitnya 7 orang dikabarkan tewas.5 dari ketujuh orang itu berasal dari pihak teroris.Sedangkan korban luka mencapi 23 orang,terdiri dari 18 warga sipil dan 5 orang polisi.Setelah di lakukan penyelidikan oleh pihak berwajib,ditemukan fakta bahwa aksi di Gedung Sarinah itu di dalangi oleh Bahrun Naim,seorang pimpinan gerakan ISIS yang ada di Indonesia.Polisi mengatakan jika ISIS adalah biang dibalik teror bom ini.Sebenarnya isu tentang aksi teror di awal tahun 2016 sudah beredar jauh hari sebelumnya.


Rencana pengeboman pada Tahun Baru dan Natal adalah faktor utama mengapa teror baru muncul di bulan Januari ini.Ketika Tahun Baru dan Natal petugas mengamankan tempat-tempat ibadah dan pusat keramaian dengan ketat sehingga tidak ada peluang melakukan teror.Jadi bisa dibilang teror di kawasan Sarinah adalah bentuk dari teror yang tertunda di akhir tahun 2015.Teror ini termasuk bentuk baru karena dilakukan saat siang hari,di ruangan terbuka yang banyak orang,kemudian di ikuti dengan ledakan bom bunuh diri dan aksi penembakan ke arah warga.

Sayangnya masyarakat Indonesia kurang memiliki Sense of Crisis dalam bereaksi terhadap aksi teror.Di saat penembakan terjadi,masyarakat justru berbondong-bondong mendekat,bukannya lari.Kalau pun ada korban yang tewas,itu  bukan karena teroris yang mengincar warga,tapi warga di sekitar itu sendiri yang pasang badan.Sudah tau kondisi bahaya,malah datang mendekat.Yang lebih miris lagi,di tengah keadaan yang dramatis,ada saja orang yang asik berfoto selfie,seakan-akan tidak peduli dengan mereka yang menjadi korban.


Dari serangan kemarin,kita bisa sedikit menganalisa pola serangan pelaku yang ternyata masih amatir.Pelaku sepertinya ingin meniru teror bom di Perancis yang membuat warga panik disana.Mereka sudah belajar tentang cara menyerang,cara merakit bom dan mencari target.Pelaku teror selalu berpikir jika mereka mencari mati agar masuk surga,karena tindakan itu adalah jihad dalam pemikiran mereka.Namun sayangnya,efek aksi yang di lakukan masih jauh dari kata professional.Pertama,mereka sempat melakukan penyanderaan di kafe Starbucks.

Ini menunjukkan bahwa serangan kurang terorganisir dengan baik.Kedua,mereka hanya membunuh sedikit orang,bisa di hitung dari jumlah korban.Teroris yang professional biasanya akan membunuh banyak orang dan beraksi secara efisien,namun yang terjadi kemarin berbeda,sehingga menunjukkan bahwa para pelaku ini masih amatiran.Selain itu,cara mereka memegang pistol juga membuktikan jika mereka belum mahir.Mungkin saja mereka di rekrut dari warga biasa,bukan dari kalangan militer.Sehingga cara bergerak mereka tidak sama seperti tentara/polisi.
Analisis Cara Memegang Pistol :
1. Cara mengokang senjata/menarik Slide
Pelaku ini jika dilihat secara teliti,menggunakan tangan kanan untuk menarik Slide.Kenapa tidak dengan tangan kiri? apakah karena keras Slidenya? Ini membuktikan pelaku tidak terbiasa membawa pistol.Jika mereka professional,seharusnya memakai tangan kanan untuk posisi menembak.Jika kokang pakai tangan kiri,maka menembak dengan tangan kanan.Sebaliknya,jika kokang pistol dengan tangan kanan,maka tangan kiri yang di pakai menembak.


2. Keanehan Posisi Jari
Setelah mengokang pistol dengan tangan kanan,pelaku ini memasukkan jarinya ke dalam Trigger Guard (bagian pelatuk pistol).Ini adalah cara yang salah.Kenapa? Setelah di kokang jari harusnya lurus,bukannya langsung masuk ke Trigger.Dan juga hanya orang amatir yang mau beraksi menembak tapi belum di kokang sebelumnya.Penembak professional selalu siap mengokang senjata sebelumnya karena saat di lokasi bisa langsung menembak.


3. Keanehan Saat Kokang Pistol
Jika yang benar harusnya mengokang dulu sebelum di lokasi,lalu kenapa tidak di lakukan pelaku? Pelaku ini takut jika pistol yang pelurunya sudah masuk ke Chamber akan meledak jika dia bawa.Jadi dia memilih untuk mengokang ketika akan menembak,bukan di persiapkan lebih dulu.Ini menegaskan bahwa pelaku hanyalah orang amatir.

4. Posisi Jari Tidak Pas
Jika dilihat,posisi jempol kiri pelaku terlihat berada di atas jempol kanannya.Ini akan mengakibatkan pemegang pistol tidak akan kuat menahan Recoil (hentakan) ketita peluru keluar dari pistol.Seorang professional akan selalu menempatkan jempol kirinya dibawah jempol kanan dengan posisi yang sejajar,Kedua jempol mengarah sejajar dengan laras.


5. Posisi Sikut Tidak Lurus
Posisi sikut pelaku terlihat aneh karena umumnya jika kita ingin menembak,posisi sikut harus lurus karena akan mempengaruhi akurasi tembakan.Dengan sikut yang tertekuk seperti itu,hentakan akan sulit terkendali.Jadi posisi sikut ini bisa menentukan keberhasilan mengenai target tembakan juga.Yang jelas pelaku ini jelas hanya di latih oleh militan bukan memakai standar militer.

loading...

6 Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*