Teknologi Canggih Wearpack MotoGP (Dainese Vs Alpinestars)

loading...
Haloo sobat media2give^^ Pada kesempatan ini Saya akan membahas info menarik tentang Teknologi Canggih Wearpack MotoGP (Dainese Vs Alpinestars).Apa sih Wearpack itu? Mungkin ada di antara kalian yang belum tau/masih asing dengan istilah ini ya.Tapi buat yang suka menyaksikan MotoGP pasti langsung paham nih dengan Wearpack ini.Wearpack adalah baju yang di buat dan di pakai seorang rider untuk melindungi tubuhnya dari resiko cedera yang dapat membahayakan jiwanya saat sedang memacu motor di lintasan.
 
Wearpack sering juga di sebut dengan nama Racing Suit.Boleh dibilang Wearpack ini sama seperti seragam khusus bagi pembalap agar aman di lintasan.Pada dasarnya Wearpack di desain untuk melindungi 3 bagian penting dari tubuh seorang pembalap,yaitu bahu,leher dan tulang selangka (Collarbone).Perlu di ketahui bahwa track di MotoGP ini bentuknya berbeda-beda dengan tipe tikungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.
 
Banyak sekali di temukan tikungan tricky seperti Hairpin,Stop and Go dan Chicane yang membutuhkan fokus dan konsentrasi ekstra.Jika salah perhitungan,bukan tidak mungkin rider itu akan crash/terjatuh dari motor.Kecepatan motor di MotoGP bisa mencapai lebih dari 300 km/jam.Bahkan di sirkuit Losail 2015,Marc Marquez sampai menembus top speed 350 km/jam.Wuihh,kenceng banget ya? hehe.. Bisa di bayangkan bagaimana jadinya kalau jatuh di kecepatan itu.
 
Tapi semuanya akan aman selama ada Wearpack.Dengan perkembangan kemampuan motor,kebutuhan Safety yang tinggi selalu di tuntut pada semua Wearpack yang di gunakan rider.Racing Suit ini dibuat berdasarkan riset yang lama dan bentuknya menyesuaikan dengan anatomi tubuh pembalap.Jika di perhatikan,di bagian belakang Wearpack ada semacam punuk yang menonjol.Untuk apa gunanya? Punuk pada baju balap ini di buat untuk meletakkan Airbag/kantong udara.
 
 
Tak hanya di pakai di MotoGP saja,karena punuk/Hump ini sering di temui juga pada Racing Suit pada balap motor lainnya.Hump mempunyai fungsi aerodinamis yang memungkinkan udara yang menerpa dari arah depan dapat mengalir lancar agar motor tetap stabil tanpa gangguan turbulensi.Manfaat lainnya adalah melindungi tulang belakang.Di dalam Airbag terdapat bagian berongga yang dapat di pakai untuk meletakkan tempat air minum dan memasang chip elektronik.
 
Para rider membalap dalam waktu yang lama dan dengan air minum pada Hump,rider bisa minum tanpa harus bolak balik menuju Paddock untuk mengambil air minum.Disitu sudah di lengkap dengan selang yang mengalirkan air,tinggal sedot aja kalau haus ya hehe.. Bahan untuk Wearpack di pilih dari kulit yang tebal sehingga menimbulkan efek panas dan gerah jika di pakai pembalap.Oleh karena itu,di dalam Wearpack di pasang Gel Cooler Water dengan tenaga baterai yang bisa mendinginkan Wearpack dan membuang panas di dalam baju.
 
 
Sementara untuk chip,memang sengaja di tanamkan sebagai alat sensor.Chip ini akan mendeteksi gerakan tidak wajar dan ketika sensornya menyala,maka kantong udara dalam Racing Suit akan langsung mengembang.Sensor itu berperan seperti Trigger pada Airbag.Karena kecanggihan teknologi inilah rider terjaga dari cidera parah.Contohnya seperti yang terjadi pada Rossi yang crash di Mugello 2010,tapi tidak mengalami memar dan hanya cidera pada kakinya.Lorenzo pernah juga jatuh Highside di Laguna Seca 2011 sampai tubuhnya terpelanting ke atas,namun tidak mengalami cidera serius.
 
High Side
Kondisi dimana ban belakang mengalami sliding dan kehilangan grip,dan kembali lagi ke posisi awal secara mendadak.Rider akan terhentak dan kaget sehingga tubuhnya terpental tinggi ke atas dan jatuh ke aspal dengan keras.
 
 
Low Side
Kondisi saat ban belakang sliding dan kehilangan cengkraman ke aspal yang mengakibatkan motor terpeleset dan jatuh.Low Side tidak berbahaya jika terjadi pada tikungan dengan kecepatan pelan.
 
Cara Kerja Airbag
Saat rider melakukan gerakan tidak biasa dan hampir jatuh,otomatis D-Air pada Wearpack mengembang.Ini hanya membutuhkan waktu 0.015 detik dan mengembang sempurna dalam hitungan 0.030 detik.Bila rider mampu mengatasi situasi nyaris jatuh dan kembali ke motornya,maka D-Air akan mengempis dengan sendirinya.Rata-rata proses crash memakan waktu kurang dari 1 detik.
 
 
Jika dalam 0.030 detik saja kantong udara sudah terbuka,maka masih ada sisa waktu 0.5-0.6 detik sebelum tubuh rider jatuh ke aspal.Sehingga benturan fisik dalam di kurangi.Pada Wearpack,di tempatkan sampai 17 titik sensor untuk mendapatkan data-data yang di butuhkan dari rider,seperti Lap Time,akselerasi dan jarak pengereman di tikungan.Data ini yang nantinya di gunakan sebagai acuan untuk mengembangkan kemampuan motor dan melakukan setting sebelum memulai race.
 
 
Ada 2 brand Wearpack yang cukup terkenal dan di pakai rider-rider MotoGP.2 nama itu adalah Dainese dan Alpinestars.Dainese telah lama menjadi pemasok baju balap untuk rider Italy dan Rossi lah yang selalu memakai produk dari Dainese ini.Selain itu ada juga Alpinestars yang di kenakan Stoner,Pedrosa,Marquez dan Lorenzo.Alpinestars ini buatan Italy,namun Dainese lebih kental dalam hal Italy ketimbang Alpinestars.
 
Mana Yang Lebih Unggul? Dainese/Alpinestars?
Masing-masing memiliki ciri khasnya sendiri dan bentuknya pun tidak sama.Perbedaan keduanya terletak dari desain pelindung dada,punggung dan leher.Untuk lebih jelasnya,kalian bisa membandingkan Wearpack Dainese dan Alpinestars yang di pakai Rossi dan Lorenzo tahun 2015.Dilihat dari samping,kelihatan jelas di bagian belakang Wearpack Dainese Rossi membentuk lengkungan yang sesuai dengan tulang belakang.
 
 
Sedangkan Wearpack Alpinestars Jorge rata dari atas ke bawah.Bagian sepatu,Alpinestars memasang sepatu terpisah dari Wearpack,seperti membungkus dari luar.Pada Dainese,sepatunya masuk ke dalam Wearpack,jadi kelihatan rapi dan ramping.Beda dengan Alpinestars yang nampak besar dan berisi.Di pantau dari segi modis,pastinya Dainese lebih unggul ya,karena pas di tubuh dan mengikuti lekukan tubuh belakang.Tapi untuk urusan safety,keduanya sama-sama bagus.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*