Adu Hebat Mesin Big Bang Vs Screamer Di MotoGP

loading...
Haloo sobat media2give^^ Ketemu lagi ya di posting ini hehe.. Kali ini Saya kembali mau membagikan informasi seputar MotoGP untuk kalian para MotoGP Lovers.Dan pembahasan utama di artikel ini adalah mengenai Adu Hebat Mesin Big Bang Vs Screamer Di MotoGP.Mungkin banyak yang belum mengerti ya tentang pemakaian mesin di MotoGP,soalnya kebanyakan sukanya nonton jalannya race aja sih haha.. 
 
Jadi nggak tau deh gimana detailnya motor tunggangan pembalap MotoGP.Ada 2 tipe mesin yang biasa di pakai motor dengan cc besar ini.Yang satu dinamakan Big Bang dan satunya lagi disebut Screamer.Apa sih bedanya kedua mesin ini? Sebenarnya antara Big Band dan Screamer itu sama-sama terdapat piston yang bekerja saat proses pengapian.Yang membedakan keduanya adalah urutan dan lamanya pembakaran.
MotoGP pernah beberapa kali bergonta ganti antara Big Bang dan Screamer.Pada tiap konfigurasi memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.Tahun 2007,Casey Stoner sukses menjinakkan Ducati yang berpower ekstra dengan mesin Screamer.Tapi beda rider,beda pula hasil yang di dapat dengan mesin itu.Tahun 2011 Ducati berganti penunggang karena Rossi memutuskan pindah dari Yamaha ke Ducati.
 
Tapi Rossi tak mampu menaklukkan Ducati seperti Stoner karena Rossi tidak cocok memakai mesin Screamer.Jadi penentuan rider MotoGP akan menggunakan Big Bang atau Screamer itu juga di pengaruhi oleh style balap dan karakter rider itu sendiri.Jika cocok,hasilnya akan jadi luar biasa.Mesin Screamer bekerja dengan jeda waktu pengapian yang sama antara silinder.Perlu kalian ketahui ya,di MotoGP itu mesin membutuhkan 720 derajat dalam putaran mesin untuk menyelesaikan 1 kali siklus pembakaran.
 
Big Bang (Kiri) Screamer (Kanan)
Artinya,untuk Screamer memerlukan jeda waktu 180 derajat untuk perputaran crank.Lain lagi dengan Big Bang yang membagi pembakaran di silinder menjadi 2 kali proses sehingga sekali pembakaran bisa kurang dari 90 derajat.Ini akan memberikan kesempatan bagi ban belakang agar dapat mencengkram kembali ke aspal dan juga memberikan Relaxation Engine lebih lama.Sementara mesin Screamer tenaganya konstan dan membuat ban belakang mudah sliding dan gripnya cepat habis.
 
 
Tiap mesin tentu nggak ada yang sempurna ya karena selalu ada plus minusnya.Keuntungan bila memakai Screamer adalah lebih cepat mencapai kecepatan maksimum karena tenaganya selalu rata.Sedangkan kekurangannya ada di performa motornya.Motor jadi galak dan susah untuk di kontrol dan membutuhkan banyak tenaga yang melelahkan rider.Untuk Big Band,tenaga tersalur stabil tapi memang lambat dan butuh waktu lama mencapai tenaga maksimalnya.
 
Sejak era 800cc,Rossi membuktikan bahwa Big Bang sangat cocok dengan tikungan.Dia bisa masuk dan keluar tikungan dengan cepat dan lincah.Selain itu,Big Bang memberikan keuntungan pada kecepatan di tikungan.Berdasar penelitian Yamaha,Big Bang dapat membantu motor mendapatkan keunggulan saat keluar tikungan lebih cepat 5 mph.Selain itu Late Braking dapat di lakukan dengan jarak 30 meter jika memakai Big Bang.Dari segi bahan bakar,Big Bang lebih irit hingga 3% ketimbang Screamer.
 
 
Lalu kenapa Stoner bisa mengalahkan motor dengan mesin Big Bang ya? Padahal mesin Screamer susah di kendalikan.Stoner adalah tipe rider yang bisa habis-habisan memaksa motor sliding dengan ban belakang atau biasa di sebut dengan RWS (Rear Wheel Slide).Nah dengan teknik ini,Stoner menggerus habis ban belakangnya hingga sliding keras untuk mengatasi masalah motornya yang susah berbelok.
 
 
Stoner mampu memaksimalkan power Ducati sehingga menutupi kekurangannya saat di tikungan.Capirossi yang pernah memakai Ducati saja kurang cocok dengan Screamer karena sudah terbiasa menggunakan Big Bang sebelumnya.Setelah Ducati berhasil mengembangkan mesin Screamer-nya,Honda pun ikut melakukan riset untuk mencoba Screamer pada 2008.Di era 500cc tahun 1997,Screamer pernah di pakai untuk motor rider dan rata-rata para pembalap mengalami kesulitan mengontrol motor yang membuat mereka sering crash.
 
Highside Crash
 
Namun Mick Doohan menunjukkan keahliannya dalam mengendalikan kekuatan mesin ini.Dia membuktikan diri menjadi juara dunia MotoGP 5 kali dengan mesin tersebut.Letak kesulitan pada mesin Scremer ini adalah pada feeling dan ketepatan saat membuka gas setelah menikung,Jika terlalu cepat,maka resiko crash Highside akan di terima rider dan jika terlalu lambat,otomatis jadi ketinggalan dari rider lainnya.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*