9 Perubahan Besar & Prestasi Yang Dibuat Gigi Dall Igna

loading...

Haloo sobat media2give^^ Kali ini Saya akan membahas informasi seputar 9 Perubahan Besar & Prestasi Yang Dibuat Gigi Dall Igna.Ada yang kenal dengan Dall Igna? Pria kelahiran Provinsi Veneto,Italy yang bernama asli Luigi Dall Igna ini merupakan General Manager Ducati Corse yang berjasa penting pada kembalinya Ducati ke jalur juara sekaligus membuat Tim berkelir merah itu kompetitif bersaing dengan Honda dan Yamaha di MotoGP.Di dunia balap motor,Dall Igna bukanlah orang baru.

Karirnya di mulai sejak 11 tahun yang lalu,berawal dari Aprilia Racing Team di era mesin 2tak.Dall Igna memegang peran penting pada motor Aprilia 125cc dan 250cc RSA.Di bawah arahan bosnya,sekaligus maestro mekanik Aprilia,Jan Witteveen,Dall Igna berkembang menjadi seorang mekanik handal.Aprilia sendiri sebenarnya adalah anak perusahaan dari pabrikan motor besar Italy yaitu Piaggio Group.Selain Aprilia,banyak anak perusahaan dengan brand terkenal yang bernaung di Piaggio Group seperti Derbi,Gilera,Ligier,Moto Guzzi dan Vespa.

Tahun 1992 adalah kali pertamanya Dall Igna bergabung di Aprilia.Meski waktu itu masih muda,namun dia di kenal sebagai mekanik jenius dan piawai sehingga mendapat promosi jabatan dan di tunjuk sebagai kepala mekanik Head of Engine Technology Development Division hingga tahun 1999.Dalam karirnya,Dall Igna ikut terlibat dalam pembuatan motor balap dan pengembangan mesin 2 silinder untuk Superbike.

Lama di Aprilia,Dall Igna akhirnya memperoleh posisi sebagai Sports Director Aprilia Racing Team.Aprilia yang dia kembangkan nantinya banyak berjasa mengantar pembalap hebat menuju sukses,salah satunya Aprilia milik Valentino Rossi saat masih di kelas 125cc.Tahun 2013 Ducati tertarik menggunakan jasa Dall Igna dan kesepakatan pun terjadi.Dall Igna memutuskan bergabung dengan Ducati Corse,menempati jabatan General Manager menggantikan GM Ducati sebelumnya,Bernhard Gobmeier.

Ducati sudah ada di MotoGP dari tahun 2003,tapi mereka punya problem besar dan Dall Igna datang untuk memberikan solusi yang tepat.Selain Ducati,Dall Igna tercatat berhasil menciptakan banyak prestasi dan kesuksesan untuk tim-tim berbeda baik di MotoGP atau Superbike.Dia menunjukkan pengaruh besar dalam perubahan signifikan yang positif untuk tim dan motor.Lalu apa saja Perubahan Besar & Prestasi Yang Dibuat Gigi Dall Igna?

Perubahan & Kesuksesan Yang Di Bawa Dall Igna

1. Menghilangkan Penyakit Understeer Ducati

Understeer merupakan kondisi ketika motor tidak bisa di belokkan karena ban depan terkunci.Penyebabnya adalah titik berat motor berpindah dari ban belakang ke ban depan.Tenaga yang tersalur terlalu besar dan membuat ban depan selip.Pada keadaan itu motor tidak dapat berbelok sebelum titik berat pindah ke ban belakang lagi.Biasanya ini muncul saat pembalap melakukan pengereman keras di tikungan.

Nah,Ducati sudah bermasalah dengan Understeer ini dari dulu.Hanya Casey Stoner yang mampu mengakali Understeer dengan gaya balap Rear Wheel Slide-nya.Dall Igna ternyata berhasil mengatasi Understeer ini.Itu bisa di lihat dari Ducati GP15 yang lebih cepat dalam melibas tikungan.

2. Menemukan Ide Pemakaian Winglet

Banyak hal yang di rombak Dall Igna dari Ducati versi lama.Dia mencoba mengubah beberapa bagian seperti frame,fairing dan geometri sehingga Ducati tampil dengan bentuk yang sedikit berbeda dari konsep awal.Ducati kini lebih ramping,tapi sempat menimbulkan pertanyaan publik,apakah itu tidak akan menghilangkan rasa Ducati yang asli?

“Di Ducati yang dulu,mesin tetaplah mesin dan sasis tetaplah sasis.Para insinyur mengembangkan mesin,baru kemudian desainer membuat sasis untuk mesin itu.Sekarang berbeda,Kami benar-benar bekerja sama.”

“Setiap orang harus menerima sedikit kompromi.Keputusan soal mesin bisa di pengaruhi desainer sasis dan berlaku sebaliknya.Ini yang Kami lakukan dengan GP15 dan menjawab pertanyaan mengapa bentuknya lebih kecil dari sebelumnya,kata Dall Igna.”

Dall Igna lalu membenahi masalah Wheelie yang sering di alami Ducati.Ternyata Ducati juga bermasalah dengan grip ban depan,padahal grip ban belakang mereka sangat OK.Akhirnya Dall Igna mengaplikasikan Winglet,sebuah sayap kecil di bagian depan motor.Winglet itu sudah umum di pakai untuk Formula 1.Fungsinya untuk mencegah mobil terbang ke udara.

Di Ducati,Winglet lebih di fungsikan sebagai penambah efek Downforce/gaya tekan ke bawah sehingga saat gas di tarik,ban depan tidak Wheelie.Dall Igna juga melakukan riset dengan beberapa model Winglet yang akhirnya di ikuti pemakaiannya oleh Yamaha dan Honda.

3. Membuat Ducati Mampu Juara Lagi

Di era 2011-2013 Ducati seperti di pandang sebelah mata oleh tim pabrikan lainnya,sebab Ducati ini merupakan Factory Team tapi kalah saing dan tidak bisa memenangi 1 seri pun.Terakhir kali menang adalah ketika Stoner berhasil naik podium pertama di GP Phillip Island 2010.Penggunaan Seamless Gearbox untuk Upshift dan Downshift Gear Ducati hanya untuk Gear 1-5 saja menjadikan Dall Igna harus memutar otak.

Selain itu sasis juga perlu di perhatikan,juga perbaikan pada desain rangka dan konstruksi mesin.Namun setelah melewati masa sulit dan menemukan solusi untuk masalah itu,Ducati pun berubah ganas kembali.Buktinya di GP Austria 2016 Iannone mampu mempersembahkan kemenangan pertama bagi Ducati setelah puasa juara 6 tahun.Bahkan di musim itu Ducati bisa menang 2 kali,setelah Iannone,Dovizioso menyusul beri gelar seri untuk Ducati di GP Sepang.

“Kami mencoba set up berbeda sejak awal musim dan mempunyai beberapa ide dalam pikiran untuk memecahkan atau setidaknya mengurangi masalah.Saya pikir ini susah di atasi,Kami harus selangkah demi selangkah mengurangi problemnya.Jadi untuk Corner Speed dapat di tingkatkan lagi,kata Dall Igna.”

4. Meyakinkan Rider Dan Kru Ducati Untuk Bertahan

Rider Ducati mengalami frustasi yang berat kala harus menunggangi motor dengan berbagai masalah ini.Mungkin itu juga alasan kenapa Stoner pergi meninggalkan Ducati dan pindah ke Honda.Bahkan kombinasi Rossi dan Burgess tak bisa menyelesaikan masalah Ducati.Apa yang mereka lakukan seperti sia-sia saja.Beberapa ridernya pun jadi pesimis dan berniat pergi dari Ducati.

Saat Dovizioso dan Crutchlow kehilangan motivasi,Dall Igna hadir ketika kondisi internal Ducati terpecah.Masing-masing insinyur punya pemikiran sendiri dan tak kompak bekerjasama.Dall Igna lalu berkomunikasi dengan semua pembalap dan kru.Dia mengatakan membutuhkan mereka semua dan akan memulai proyek besar serta berjanji merubah Ducati jadi Ducati yang asli layaknya tahun 2007 saat Stoner dominan menang bersama Ducati.

“Tugas pertama Saya saat datang di Ducati adalah untuk memahami kekuatan dan kelemahan grup ini.Ini adalah prioritas Saya sebelum mulai bekerja dan itu yang Saya kerjakan selama 1 bulan awal di Ducati.Tentu kita butuh pengembangan motor,tapi tugas pertama Saya adalah mengerti orang-orang disini dan mengajari cara bekerjasama dan beradaptasi,kata Dall Igna.”

5. Memilih Strategi Masuk Open Class

Open Class muncul di MotoGP musim 2014.Ada perbedaan aturan antara Open Class dan Factory,tapi masuk ke Open Class bukan pilihan gampang karena sama saja turun tingkat dari tim elit ke level di bawahnya.Mungkin jika memikirkan gengsi,Ducati tidak akan mau ke Open Class,tapi Dall Igna berpikir Open Class adalah opsi terbaik.Ducati mendapat keuntungan konsesi di Open Class.

Tim yang masuk ke Open Class boleh memakai ECU sendiri,bisa memakai 12 mesin dalam 1 musim dan dapat mengembangkan mesin.Sementara untuk Factory mesin di batasi maksimal 5 saja dan mesin di segel,tidak boleh di utak atik saat kompetisi berjalan.Keuntungan lainnya di Open Class adalah di bolehkan-nya pemakaian kompon ban lebih lunak di banding tim Factory.

Namun untuk bahan bakar,anggota Open Class hanya bisa menggunakan 22 liter bahan bakar saja,di kurangi 2 liter dari Factory Team.Keputusan Dall Igna berbuah manis karena Ducati mengalami perkembangan yang bagus,perlahan namun pasti.Jika di tahun 2014 tidak mau masuk Open Class,barangkali Ducati butuh 3 tahun lagi untuk mencapai hasil seperti GP15.

6. Membuat Lorenzo Juara Dunia 250cc (2006-2007)

Ternyata Dall Igna ini pernah bekerjasama dengan Lorenzo dan berperan besar dalam gelar juara Lorenzo di kelas 250cc tahun 2006-2007.Waktu itu Dall Igna menjabat sebagai Technical Director di Aprilia.Dall Igna awalnya bertemu Jorge saat rider Spanyol itu masih memakai motor Derbi (125cc) tahun 2004-2005.Kemudian ketika Lorenzo naik kelas,Dall Igna ikut dalam tim yang di bela Lorenzo.

Dengan ide-ide brilliant di otaknya,Dall Igna mampu membuat Aprilia yang di kendarai Lorenzo jadi kompetitif dan kuat melawan rider lainnya.Hubungan baik ini berlanjut ke MotoGP saat Lorenzo gerah dengan kondisi internal Yamaha yang mengutamakan Rossi.Kepindahan Lorenzo ke Ducati salah satunya juga di pengaruhi oleh sosok Dall Igna di Ducati.

7. Menjadikan Laverty Runner Up Di Superbike

Eugene Laverty mungkin bukan nama pembalap tenar seperti Rossi dan Marquez di MotoGP.Tapi siapa sangka dia pernah menjadi Runner Up di kompetisi World Superbike.Tahun 2013 Laverty sukses menjadi rider di urutan ke 2 di akhir Championship,di bawah Tom Sykes.Laverty memenangi 9 race dari 14 trek.Kesuksesan itu berkat motor Aprilia miliknya yang kompetitif,hasil pengembangan Dall Igna.

“Saya memberi respek sangat besar pada Gigi atas pencapaian dan segala yang dia raih dalam karir.Saya tak kenal siapa dia sampai dia ada di tim Aprilia Saya.Dia benar-benar pemimpin hebat dan mempunyai pengetahuan teknis luar biasa.Dia cepat dalam memajukan tim dan Ducati sekarang ada di orang yang tepat,kata Laverty.”

8. Membuat Espargaro Dapat Gelar Juara CRT 2013

Espargaro yang merupakan kakak pembalap MotoGP (Pol Espargaro) ini adalah rider Spanyol yang bertalenta dan agresif.Tahun pertamanya di MotoGp 2010,Espargaro membela tim Pramac Racing Ducati dan hanya menempati urutan 14 klasemen.Musim berikutnya Aleix balik lagi ke Moto2 karena tidak mendapat sponsor.Setahun kemudian Aprilia bergabung lagi di MotoGP dan disitu ada peluang untuk Aleix masuk ke kompetisi MotoGP.

Aprilia mendapat keuntungan dari aturan baru tentang di buatnya Claiming Rule Team (CRT) yang membebaskan tim dengan budjet rendah untuk memakai motor dari pabrikan yang tidak resmi di MotoGP.Ada 3 CRT yang ikut dalam MotoGP (ART,Paul Bird Motorsport dan Speed Master Teams).Aprilia sendiri menyediakan RSV4 SBK dan memilih Espargaro sebagai ridernya.Aleix menggunakan motor ART (Aprilia Racing Technology).

Dengan adanya CRT,maka MotoGP juga memberikan podium khusus untuk CRT yang finish terdepan dari CRT lainnya sehingga seperti dibuat kompetisi antar CRT.Secara teknis memang motor ini kalah saing dengan Yamaha,Honda dan Ducati.Jadi mereka hanya di adu sesama jenisnya saja untuk berebut titel CRT Championship.Dan Espargaro berhasil keluar jadi pemenang untuk kategori CRT 2013.Itu semua berkat campur tangan Dall Igna yang mendesain dan mengembangkan mesin RSV4 milik Aprilia.

9. Menjadikan Max Biaggi Juara Superbike 2010 & 2012

Max Biaggi adalah rider terkenal dari Italy.Sebelum ada Rossi di MotoGP/GP500cc,Biaggi sudah lebih dulu jadi rider top.Dia merupakan pemegang rekor juara dunia kelas 250cc 4 tahun berturut-turut (1994-1997) dengan mengendarai motor Aprilia RSV250.Sayangnya di MotoGP Biaggi belum pernah juara dunia.Tapi rider ini selalu menempati posisi 3 besar di Championship.

Biaggi punya julukan yaitu The Roman Emperor karena dominasinya dulu di kelas 250cc.Hingga karirnya berakhir di MotoGP tahun 2007,Biaggi gagal mendapatkan keinginannya untuk memperoleh titel juara.Biaggi di kenal memiliki skills hebat ketika menikung sehingga di sebut King Of Speed.Prestasi Max tidak luput dari pengaruh Dall Igna karena Biaggi bisa menang memakai motor Aprilia.

Bahkan walau kurang sukses di MotoGP,pilihannya pindah ke Superbike membawa hasil positif.Lewat bantuan Dall Igna Biaggi akhirnya mendapat gelar juara Superbike 2 kali (2010 dan 2012).Dia menjadi rider Italy pertama yang berhasil menjuarai ajang balap Superbike.Setelah tahun 2012 Biaggi pensiun.Tapi 3 tahun kemudian Biaggi balik ke Superbike sebagai Wildcard dan tetap memakai motor Aprilia.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*