10 Intervensi Kontroversial Honda Pada Regulasi Dorna

loading...

Haloo sobat media2give^^ Kali ini Saya akan membahas informasi mengenai 10 Intervensi Kontroversial Honda Pada Regulasi Dorna.Honda adalah Pabrikan terkuat dari semua segi di MotoGP.Mereka memilki dana yang besar untuk merekrut rider dengan skills dan potensi tinggi,juga lebih cepat dalam hal pengembangan mesin.Sebab dana yang dimiliki Honda sudah cukup untuk membeli teknologi canggih yang mampu menambah kemampuan motor.

Sejak dulu Honda sudah merajai berbagai ajang balapan.Di balap motor/mobil pasti ada Honda disitu dan mereka terbiasa dengan banyak kemenangan.Begitu juga di bidang bisnis otomotif.Mungkin kalian masih ingat di era 2000-an,dimana di Indonesia penjualan motor Honda membludak dan menciptakan image bahwa Honda merupakan brand yang berkualitas.Kelebihan motor Honda yang di produksi massal terletak pada ketangguhan mesin serta efisiensi pemakaian bahan bakar.

Ya,di Indonesia yang tingkat perekonomiannya rata-rata ada di kelas menengah pastinya mempertimbangkan soal ekonomi.Motor yang irit BBM dan kencang di jalan akan jadi pilihan utama,dan disitulah Honda hadir.Makanya jangan heran kenapa Honda masih menguasai produsen motor massal di dunia.Di MotoGP,Honda punya kebebasan melakukan riset karena dana melimpahnya.

Hanya Honda saja yang bisa mengeluarkan sampai Rp 1,4 trilyun untuk mengembangkan RC211V yang dulu di pakai Rossi tahun 2002-2003.Rossi di tahun itu berjaya dengan banyak podium puncak bersama Honda.Dia mendapat motor terbaik yang sangat dominan dan tidak sulit untuk di gunakan bersaing menghadapi motor Pabrikan lainnya.Saking kencangnya Honda Rossi waktu itu,sampai-sampai RC211V di juluki “Torpedo Sejinak Merpati”,sebab motor itu super kencang,tapi tetap mudah di kendalikan.

Rossi malahan suka bermain-main jika menunggangi Honda.Dia kadang sengaja turun posisi dan melewati satu per satu lawan hingga menang.Jarak yang jauh pun bisa di pangkas dengan power RC211V.Hampir di semua race Rossi lah juaranya.Sejak Rossi memutuskan pindah ke Yamaha (2004),Honda mulai menunjukkan kuasanya dan meminta banyak aturan.Itu di karenakan Rossi ternyata bisa juara,sementara petinggi Honda memprediksi Rossi akan kesulitan di Yamaha.

Bos Honda : Yakin lu mau pergi? Kami tim terbaik di MotoGP.Ngapain lu pindah ke Yamaha?

Rossi : Gue ingin bersenang-senang dengan cari tantangan baru

Bos Honda : Lu nggak bakal juara di tim itu

Rossi : Kita liat aja buktinya

Dan ternyata Rossi juara dunia 2004 dengan Yamaha M1 kalah power.Honda pasti pusing tujuh keliling,apa yang salah coba? Honda merasa di pukul telak oleh kemampuan Rossi dan mekaniknya yang merubah Yamaha jadi kompetitif.Sejak saat itu Honda melakukan apapun untuk bisa mengalahkan The Doctor,sekaligus menunjukkan superioritasnya pada tim lain.Bahkan aturan yang di buat oleh Dorna,selalu melibatkan Honda dalam pengambilan keputusan.

Banyak aturan yang seperti menguntungkan Honda.Kok bisa ya? Bukannya Dorna itu pemegang hak komersial MotoGP ya? Dan mereka lah yang berhak mengatur MotoGP.Tapi kok malah Honda yang sering untung dari regulasi Dorna? Alasannya udah ketebak,Money Talk! Honda punya tim banyak di MotoGp dan menyuplai tim di Moto2 dan Moto3.Peran mereka besar untuk MotoGP.

Banyak yang menilai Honda suka melakukan intervensi pada aturan dari Dorna.Bentuk campur tangannya bermacam-macam,terutama segala hal yang menyangkut kepentingan Honda.Itu menciptakan keputusan yang berubah-ubah dari Dorna,untuk memenuhi hak Honda sebagai tim berpengaruh dengan dana terbesar.Setidaknya ada 10 Intervensi Honda Pada Dorna yang sangat mengejutkan.Apa saja itu?

1. Meminta Pergantian 2tak Jadi 4tak

Ketika musim 2000-2001 Grandprix 500cc masih nyaman dengan penggunaan mesin 2tak,Honda ingin agar Dorna mengganti mesin untuk balapan jadi 4tak.Honda tau Yamaha dan Suzuki mulai berkembang dan jadi ancaman.Honda berharap bisa dapat keuntungan dari aturan itu,sebab Honda sudah meriset mesin 990cc jauh-jauh hari.Sedangkan Yamaha dan Suzuki belum pernah mengembangkan mesin untuk 990cc.

2. Meminta Aturan Baru Pemakaian Mesin 800cc

Setelah permintaan Honda di kabulkan untuk menggunakan mesin 990cc,lagi-lagi Honda mengusulkan perubahan mesin ke 800cc pada FIM.Honda beralasan itu demi mengakomodasi kebutuhan ridernya,Dani Pedrosa yang tubuhnya kecil.Di harapkan dengan pemangkasan kapasitas mesin,kecepatan motor dapat sedikit di kurangi dan Pedrosa bisa lebih cocok dengan motornya yang lebih kecil.

3. Ganti Supplier Ban Di Musim Berjalan

Honda memperlihatkan kembali kekuasaannya di MotoGP 2008.4 seri terakhir Honda tiba-tiba saja mau mengganti supplier ban,dari Michelin ke Bridgestone.Padahal musim kompetisi masih berjalan.Tujuannya adalah agar tidak terlalu jauh ketinggalan dari regulasi ban tunggal untuk musim depan.Tim lain tidak ada yang bisa mendadak ganti ban seperti Honda ini,tapi kok Honda bisa ya? Hmmm…

4. Membuat Kawasaki Dan Suzuki Pergi

Tahun 2009 atas inisiatif Honda,Dorna akhirnya melakukan pembatasan mesin.Alasannya supaya irit dana dan gap antara Pabrikan dan Satelit tidak terlalu jauh.Dampaknya justru negatif,bukannya bisa ngirit dana,justru dana makin banyak di keluarkan untuk riset.

Apalagi teknologi itu nggak bisa di jual untuk motot massal,jadi tim lain rugi.Tim lain yang finansialnya tidak sebesar Honda jadi korban.Akhirnya Kawasaki terpaksa mundur dari MotoGP karena masalah keuangan,di susul Suzuki yang hengkang tahun 2012.

5. Meminta Pembatasan RPM Motor

Sebagai pemimpin Pabrikan di MSMA,Honda punya suara terkuat dalam hal negosiasi dan bisa memaksakan kehendak untuk mengubah aturan.Salah satunya adalah pembatasan RPM.Honda tau kompetitornya,Ducati unggul dalam RPM.Ducati (2007) bisa mencapai 18.000 RPM dan itu terulang lagi di Ducati 2012.

Tapi sebelum musim bergulir Honda udah siapkan cara melemahkan Ducati.Honda maksimal cuma bisa mencapai 16.300 RPM.Honda tak bisa menggunakan pneumatik di RPM di atas 16.300 karena takut nggak bisa finish.Strategi ini berhasil membuat Ducati melempem dan kehilangan ciri khasnya di Power trek lurus.

6. Meminta Penghapusan Engine Freeze

Tahun 2016 Honda mengalami masalah besar dan kesulitan mengembangkan mesin karena aturan Engine Freeze.Aturan ini mengharuskan Pabrikan memilih mesin yang akan di pakai selama semusim.Begitu di pilih,mesin langsung di segel dan tidak boleh di utak-atik lagi.Yamaha yang sudah memiliki sasis terbaik mendapatkan keuntungan di banding Honda.

Honda tau bahwa susah untuk menandingi sasis Yamaha.Akhirnya Livio Suppo (HRC Communication & Marketing Director) mendesak pihak MotoGP untuk merevisi Engine Freeze.Honda menggunakan alasan RC213V tidak kompetitif dan menyebut kekurangan mesin Yamaha sebagai cara untuk menghilangkan Engine Freeze.

7. Meminta Pembatasan Dana Riset Moto3

Tidak seperti di MotoGP,dimana Honda kuat,tapi lain ceritanya di Moto3.Motor Honda yang turun di kelas itu mengalami beberapa kendala dan kekurangan.Honda kalah dari KTM yang merajai balapan.Honda pun meminta aturan baru untuk mengatasi kekurangan itu,yaitu dengan membatasi dana riset agar tidak terlalu mahal dan tim lain tidak bebas berkembang dengan cepat.

8. Mendesak Dorna Hapus Rookie Rule

Apa itu Rookie Rule? Rookie Rule adalah aturan yang di berlakukan Dorna pada tahun 2009 di MotoGP.Dalam Rookie Rule,rider yang berstatus Rookie/rider pendatang baru tidak boleh langsung gabung di tim Pabrikan.Dia harus mencoba motor satelit dulu sebelum bisa menjadi rider Pabrikan.Tujuan utama di buat Rookie Rule supaya rider Rookie bisa menarik sponsor.Artinya itu bisa jadi tambahan dana untuk tim Satelit.

Tahun 2012 Honda kehilangan Stoner yang memilih pensiun.Honda bingung cari penggantinya dan saat itu mereka sudah memantau bakat Marc Marquez di Moto2.Tapi sesuai aturan,jika Marc pindah ke MotoGP,dia juga akan kena Rookie Rule.Honda kemudian memaksa Dorna menghapus Rookie Rule agar Marquez bisa masuk Honda Repsol.Bahkan gara-gara Dorna setuju,banyak rider yang iri seperti Ben Spies yang berkicau di Twitternya dan menanggapi masalah itu.

“Aturan Rookie di rubah? Ah seandainya Saya punya passport yang berbeda.”

Maksud Ben Spies itu adalah andaikan dia orang Spanyol,sama dengan kewarganegaraan Bos Dorna,Carmelo Ezpelata,pasti jalannya ke Pabrikan mulus seperti Marquez.Maklum lah,orang Spanyol pasti ya dukung rider Spanyol hehehe… Si Marquez kan Spanyol.

9. Semua Aturan Dorna Tergantung Keputusan Honda

Tahun 2014 Dorna punya rencana besar dengan penyeragaman ECU.Honda dengan tegas menolak keputusan itu,sampai-sampai mereka mengancam akan keluar dari MotoGP jika ECU di samakan untuk semua motor.Honda takut ini bakal mengurangi daya saing motornya.Padahal yang kena efek kan semua tim,bukan cuman Honda doang ya.

Bos Dorna kebingungan dan mungkin gemetaran di gertak Honda hehehe… Akhirnya rencana itu di tunda dan entah bagaimana cara Dorna membujuk Honda hingga setuju (terpaksa setuju) dengan penyeragaman ECU di 2016.

“Kami punya kontrak 5 tahun dengan Dorna.Karena itu,Dorna tidak berhak mengubah aturan tanpa persetujuan Kami,kata Nakamoto (Vice President HRC) dilansir dari Autosport.”

“Itu saatnya Kami keluar dari MotoGP karena tak ada alasan bertahan disini.Sekarang regulasi makin ketat dan kebebasan menggunakan software ECU sendiri di batasi.Ini tidak masuk akal,kata Shuhei Nakamoto “

10. Membuat Winglet Dilarang Penggunaannya

MotoGP musim 2015,Honda bertambah satu lagi musuh berat yang perlahan bangkit.Ya,tim itu adalah Ducati yang tidur panjang dari persaingan teratas klasemen karena berbagai masalah.Semenjak Dall Igna datang dan merombak Ducati,Honda mulai sadar Ducati bisa jadi ancaman selain Yamaha.Tahun 2014 Ducati menggunakan ide pemakaian winglet yang masih dalam tahap uji coba.

1 musim sesudahnya,winglet benar-benar di pakai Ducati untuk balapan.Dan rupanya winglet cukup berpengaruh pada efek Downforce Ducati.Tahun 2016 Yamaha dan Honda ikut mengaplikasikan winglet.Namun Honda tiba-tiba mengajukan protes dengan winglet yang di nilai berbahaya.Buktinya kejadian winglet Iannone yang menyenggol punggung Marquez.Ducati menolak winglet di sebut berbahaya karena winglet sudah di desain agar pecah jika mendapat tekanan tertentu.

Honda masih belum terima dan terjadilah rapat pada Komisi Grand Prix yang terdiri dari Asosiasi Produsen (MSMA), Dorna, FIM, dan Asosiasi Tim MotoGP (IRTA).Ducati enggan membahas winglet bersama Honda dan keputusan finalnya dari voting Komisi Grand Prix adalah winglet di tolak.Ya jelas aja Ducati nggak mau diskusi winglet dengan Honda.Kalau gitu mah sama aja bongkar rahasia winglet Ducati ke Honda dong.Enak aja hehehe..

Itu pasti yang di pikirkan Dall Igna.Coba liat,Honda aja juga ikut pakai winglet kok,tapi mereka memaksa supaya winglet di larang.Mungkin karena efeknya lebih bepengaruh buat Ducati ya.Padahal waktu Honda mengembangkan Seamless Case,tim lain adem ayem,diem-diem aja tuh nggak ada yang protes.Ini malah Ducati lagi mau bagus performanya,justru berusaha di halangi Honda.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*