Perbedaan Ban Asymmetric Bridgestone Dan Asymmetric Michelin

loading...

Haloo sobat media2give^^ Pada kesempatan ini Saya akan membahas informasi tentang MotoGP,yaitu mengenai Perbedaan Ban Asymmetric Bridgestone Dan Asymmetric Michelin.Seperti yang JiPi Mania ketahui,ban memegang peranan krusial di ajang balap MotoGP.Kenapa? Karena tanpa ban yang kondisinya pas untuk race,mustahil pembalap bisa mengeluarkan kemampuan maksimalnya.Kunci utama kemenangan di setiap balapan juga terletak pada pemilihan ban.

Tahun ini Michelin di percaya sebagai pemasok tunggal ban untuk keperluan balap.Michelin sudah lama di percaya FIM untuk menyediakan ban bagi para pembalap MotoGP.Namun pada 2007 Michelin memutuskan hengkang dari MotoGP.Nicola Goubert mengatakan alasan Michelin mundur adalah karena masalah internal.Bahkan mereka tidak hanya mundur dari MotoGP saja,melainkan juga dari kejuaraan lain seperti F1 dan World Rally Championship (WRC).Namun akhirnya Michelin kembali ke MotoGP di tahun 2016.

Saat itu Dorna menerapkan aturan penggunaan ban baru dan Michelin di tunjuk sebagai Supplier resmi MotoGP untuk beberapa tahun kedepan.Selain Michelin,Bridgestone juga ikut menjadi penyedia ban di MotoGP hingga tahun 2015.Kedua produsen ban ternama ini memiliki perbedaan pada ban yang mereka produksi.Umumnya di MotoGP ban di bagi menjadi beberapa tipe,contohnya Hard Tyre,Medium Tyre,Soft Tyre,Extra Hard Tyre,Extra Soft Tyre dan Asymmetric Tyre.

Masing-masing jenis ban itu memiliki kompon karet dengan perbedaan tingkat keras dan lunak yang berbeda.Yang paling unik adalah Asymmetric Tyre.Kenapa? Ban ini mempunyai 2 kompon berbeda dalam 1 ban.Asymmetric Tyre pertama kali di perkenalkan Bridgestone di GP Phillip Island 2014 setelah sempat di uji coba sejak GP Brno 2014.Waktu itu Asymmetric Tyre di buat untuk ban depan dan di namai Asymmetric Front Slick Tyre.

Tahun 2015 Asymmetric Tyre kembali di gunakan untuk race di GP Sachsenring.Ciri khas Asymmetric Tyre adalah terdapat 2 kompon berbeda di sisi kanan dan kiri ban.Karakter sirkuit Sachsenring memang ekstrim,dimana terdapat jumlah tikungan yang kontras antara ke kanan dan ke kiri.Sachsenring termasuk sirkuit terpendek di MotoGP karena panjangnya hanya 3.671 km.

Sachsenring mulai di pakai balapan sejak tahun 2002 dan Honda memegang rekor kemenangan terbanyak di sirkuit itu dengan 9 kali kemenangan,di ikuti Yamaha (3 kemenangan) dan Ducati (1 kemenangan).Ada 10 tikungan ke kiri dan 3 tikungan ke kanan.Perbedaan yang cukup signifikan ini mempengaruhi ketahanan ban yang tidak seimbang.Apalagi aspal di Sachsenring cukup abrasif sehingga ban cepat habis.Coba perhatikan Layout trek Sachsenring di atas.

Disitu terlihat ada 7 tikungan ke kiri yang terus menerus dari Turn 4 sampai Turn 10,kemudian di teruskan dengan Fast Corner/tikungan cepat ke kanan.Otomatis ban kiri di paksa lebih keras ketimbang ban sisi kanan dan suhu ban menjadi tidak sama.Karena sisi kanan lebih jarang di pakai,akibatnya terjadi pendinginan di bagian tersebut.Area ban yang dingin/kurang panas itu membutuhkan kompon karet yang lebih cepat naik temperaturnya.

Jika tidak? ban akan kehilangan traksi karena belum panas dan ujung-ujungnya pembalap bisa Crash.Oleh sebab itulah,pihak Bridgestone menciptkan ban khusus (Asymmetric Tyre) untuk trek seperti Sachsenring ini.Michelin pun sama,membuat ban Asymmetric Tyre juga.Namun Asymmetric Tyre milik Bridgestone dan Michelin ini ternyata tidak sama? Lalu dimana letak perbedaannya?

Bridgestone Asymmetric Tyre 

Asymmetric Tyre yang di buat Bridgestone di tandai dengan strip garis berwarna biru muda pada dinding luar ban.Kompon karet yang di pakai adalah kombinasi dari Medium Compound dan Soft Compound.2 kompon ini di pilih karena menyesuaikan kondisi cuaca dan temperatur udara di Sachsenring yang rendah.

Bridgestone (biru muda) Michelin (merah muda)

2/3 sisi kanan ban terbuat dari kompon karet yang lebih lunak (Soft Compund)

Sementara 1/3 bagian di sebelah kiri menggunakan kompon yang lebih keras (Medium Compound)

Bridgestone fokus pada sisi kiri ban yang lebih banyak bergesekan dengan aspal,sehingga di pilihlah kompon karet yang agak keras untuk menjaga ban tetap bertahan menghajar 7 tikungan berturut-turut hingga balapan selesai.Sisi kanan sengaja di beri area lebih luas untuk mendapatkan grip yang bagus ketika berbelok cepat ke kanan.

Michelin Asymmetric Tyre 

Perhatikan gambar di bawah ini.Ban Michelin bergerak menjauhi arah yang kalian lihat.Gerakan putaran ban Michelin selalu menuju ke sisi atas.

Sisi kanan ban terdiri dari 1/3 kompon karet lunak (Soft Compund).Tujuannya agar ban bisa mencapai suhu ideal di 100° celcius.

2/3 bagian ban di sisi kiri memakai Medium Compound.Michelin menganggap kombinasi ini lebih pas daripada Asymmetric Tyre versi Bridgestone karena ban akan bekerja ekstra keras di bagian ini.

Perbedaan lainnya antara Asymmetric Tyre milik Bridgestone dan Michelin adalah bagian tengah ban.2/3 kompon Soft Bridgestone itu mencakup bagian tengah ban juga.Di Michelin,2/3 kompon Medium di sisi kiri juga sudah termasuk area bagian tengah.Jadi bisa di bilang Bridgestone itu sisi kanan dan tengah menggunakan Soft Compound,sedangkan sisi kiri ban memakai Medium Compound.

Lain halnya dengan Michelin.Sisi kanan ban menggunakan Soft Compound.Bagian tengah dan kiri ban justru memakai Medium Compound.Artinya,Bridgestone sebenarnya lebih mementingkan grip sisi kanan ban,sedangkan pada Michelin,sisi kiri ban dengan area Medium Compound di perluas untuk memastikan ban tidak habis sebelum masuk ke garis finish.

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*