Andika The Titans (Eks Peterpan) Terjerat Kasus Narkoba

loading...

Haloo sobat media2give^^ Pada kesempatan ini Saya akan mengulas informasi tentang Andika The Titans (Eks Peterpan) Terjerat Kasus Narkoba.Tidak ada angin,tidak ada hujan tiba-tiba berhembus kabar yang mengejutkan di dunia musik Indonesia.Lama tidak muncul di TV,salah satu anggota band The Titans kini kembali mendapat sorotan.

Adalah Andika,mantan personil Peterpan yang kini bergabung dengan band The Titans diberitakan terciduk operasi Polrestabes Bandung.Lebih tepatnya dia di tangkap oleh Satnarkoba Polrestabes setelah di duga menggunakan tembakau gorila.Keybordis bernama lengkap Andika Naliputra Wihardja ini di amankan polisi saat berada di kediamannya,Kawasan Sarijadi,Kecamatan Sukasari,Bandung pada 21 Februari 2017 pukul 18.30 WIB.

Saat di tangkap,polisi menemukan dua paket tembakau gorila seberat 6 gram.Sangat mengejutkan,mengingat Andika adalah pribadi yang kalem dan sebelumnya tidak pernah bermasalah dengan hukum.Namun kali ini Andika harus menerima kenyataan kalau dirinya menjadi tahanan kepolisian Bandung.Mungkin inilah pelajaran dan pukulan terberat di hidup seorang Andika.

Apa Itu Tembakau Gorila?

Mungkin banyak yang belum paham dengan barang berbahaya ini.Tembakau gorila adalah sejenis tembakau yang mengandung zat Synthetic Cannabinoid (zat hasil sintesa di laboratorium).Bentuknya berupa serbuk yang cara pakainya di semprotkan pada sampel herbal,lalu di keringkan dan di kemas dalam paket.

Tembakau gorila di golongkan sebagai narkotika karena efeknya yang merusak.Pengguna barang ini akan merasa kaku sesaat setelah mengkonsumsinya,lalu timbul efek halusinasi dan gemetaran seperti di timpa gorila.Meksi hanya sebentar pengaruhnya,namun tembakau gorila dapat menyebabkan kerusakan ginjal dan paru-paru.

Kronologi Andika Bisa Terjaring Operasi

Awal mulanya polisi tidak mengetahui jika Andika ikut memesan tembakau gorila.Penelusuran polisi bermula dari tersangka lain bernama Andriansyah (29 th) yang di ketahui memesan tembakau gorila lewat jasa Ojek Online.Kemudian polisi menyelidiki Control Delivery Ojek Online itu dan mendapatkan 2 orang tersangka lagi bernama Dedi (32 th) dan Eva (32 th).Kedua orang ini merupakan pasangan suami istri,sekaligus berperan sebagai bandar dan penjual tembakau gorila.

Andika (tahanan paling kiri)

Mereka biasanya menggunakan media sosial untuk bertransaksi.Ternyata dari hasil pengembangan polisi,di temukan lagi seorang pemesan tembakau gorila berinisial ANW.Tidak lama kemudian nama ANW di publikasikan dengan identitas aslinya.ANW rupanya adalah Andika Naliputra Wihardja alias Andika The Titans.Setelah melewati proses interogasi,Andika memang mengakui jika dirinya memesan tembakau gorila.

Dia pesan sebanyak 2 paket dengan merek Hanoman yang di bungkus plastik berwarna silver.Masing-masing beratnya 6 gram.Satu paket di jual dengan harga Rp 300.000,- Andika menjelaskan bila barang haram itu dia pesan melalui Instagram sang bandar yang memakai akun Mrs Stone.Selain barang bukti paket tembakau gorila,di TKP juga di temukan 1 iPhone putih yang di amankan juga sebagai bukti lain.

Reaksi Reza Eks Peterpan Mendengar Andika Ditangkap

Berita penangkapan Andika rupanya belum sampai ke telinga Reza,ketika dia di tanya lewat sambungan telepon soal responnya terhadap kasus Andika,Reza malahan kaget dan tak mengira itu Andika temannya.Bahkan awalnya Reza tidak percaya dengan berita tersebut.Padahal waktu mereka bertemu,Andika sedang belajar agama pada Reza.

“Innalillahi,ini bener Andika Saya? Saya pernah ketemu 2 bulan lalu.Saya nggak tau soal ini.Saya sms nggak di bales.Saya nggak pernah berhubungan lagi.Ya Allah Ya Rabbi,kata Reza.”

“Saya juga pernah kasi gamis.Setau Saya dia nggak kenal kayak gitu lagi.Sekarang udah nggak.Sering keluar sama Saya ke masjid.”

Mirisnya lagi,tahun lalu Reza dan Andika sempat berkolaborasi dan main musik barang dengan band bentukan Andika yang di sebut Neverland.Mereka mengajak Indra Eks Peterpan dalam kolaborasi itu dan menamai grupnya dengan nama A.I.R (Andika,Indra,Reza).Ketiga sahabat ini membantu dalam penggarapan album Neverland yang bertajuk “Transformasi.” Neverland sendiri adalah hasil pemikiran Andika yang ingin menghidupkan musik Peterpan yang dulu melalui band ini karena fans Peterpan/NOAH masih banyak yang merindukan warna musik lama Peterpan.

Kondisi Andika Di Penjara Bandung

Andika di masukkan ke Rutan Kebonwaru Bandung.Menurut AKBP Febry Kurniawan sejak masuk penjara Andika jadi pemurung.Dia lebih banyak diam.Namun Febry menambahkan bahwa Andika masih tetap bersosialisasi dengan tahanan lainnya.Rutan Kebonwaru adalah tempat yang sama ketika Ariel NOAH di tahan karena kasus video xxx.Begitu masuk di Kebonwaru,Andika langsung menghuni kamar Mapeling (Masa Pengenalan Lingkungan) bersama tahanan kasus pidana lainnya.

Rutan Kebonwaru

“Mapeling berlangsung selama 7 hari dan itu waktunya bisa bertambah.Setelah Mapeling,baru akan di pindahkan ke sel biasa,kata AKBP Febry Kurniawan.”

Andika terancam hukuman minimal 4 tahun sesuai UU No 35 tahun 2009 Pasal 114 dan UU No 35 tahun 2009 Pasal 112.Polisi mendapat informasi lain bahwa Andika memesan tembakau gorila atas kemauannya sendiri.Setelah dilakukan penyelidikan lebih lanjut,polisi menetapkan Andika sebagai tersangka.Dia bukan penjual,hanya pemakai saja.Dan karena berstatus tersangka,maka Andika tetap akan di tahan tanpa ada proes rehabilitasi.

Di Kebonwaru Andika Semakin Religius

Melalui kuasa hukumnya,Andika meminta maaf karena dirinya sebagai publik figur tidak memberikan contoh yang baik pada masyarakat,terutama bagi Titanium (Fans The Titans).Di penjara Andika berusaha berpikir positif dan makin mendalami agama.Itu yang di sampaikan Tom-Tom (personil The Titans) setelah menjenguk Andika.Kondisi Andika baik-baik saja.

“Andika sehat-sehat saja,ngobrol-ngobrol biasa,bercanda juga.Saya pribadi nggak melihat ada yang aneh.Disana dia jadi Khatib,memimpin dzikir dan jadi Imam,kata Tom-Tom dalam jumpa pers di Dago Sari,kantor kuasa hukum Andika.”

loading...

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*